Potensi Desa

 


A.    KONDISI GEOGRAFIS

Secara geografis Desa Ngrendeng terletak pada posisi 7°21’-7°31’ Lintang Selatan dan 110°10’-111°40’ Bujur Timur. Tipografi des aini adalah berupa dataran sedang dengan ketinggian yaitu sekitar 156 m diatas permukaan air laut. Letak Desa Ngrendeng berada diantara 3 desa lain yang juga masih termasuk dalam wilayah kecamatan Selorejo dan kecamatan Kesamben kabupaten Blitar. Adapun batas desa tersebut adalah :

a. Sebelah Barat berbatasan dengan : Desa Banjarsari Kec.Selorejo

b. Sebelah Timur berbatasan dengan : Desa Sumberagung Kec.Selorejo

c. Sebelah Selatan berbatasan dengan : Desa Sumberagung Kec.Selorejo

d. Sebelah Utara berbatasan dengan : Desa Sidomulyo Kec.Selorejo


B. POTENSI ALAM

Desa Ngrendeng merupakan wilayah yang terdiri dari pemukiman penduduk, tanah tegalan, perkebunan rakyat, lahan persawahan dengan luas wilayah desa 8 km² atau 609,16 Ha. Dimana seluas 51 Ha adalah pemukiman penduduk dan sisanya adalah lahan kering & area persawahan. Wilayah desa Ngrendeng dilewati sungai Sembung Manis sepanjang 13 km. Iklim Desa Ngrendeng berdasarkan data BPS kabupaten Blitar tahun2019, selama tahun 2019 curah hujan di Desa Ngrendeng rata-rata mencapai 2.400 mm. Curah hujan terbanyak  terjadi pada bulan Desember hingga mencapai 405,04 mm yang merupakan curah hujan tertinggi selama kurun waktu 2014-2019.


C. POTENSI EKONOMI

Tingkat pendapatan rata-rata penduduk Desa Ngrendeng Rp 50.000,- per hari. Secara umum mata pencaharian warga masyarakat Desa Ngrendeng dapat teridentifikasi ke dalam beberapa sector yaitu pertanian, jasa/perdagangan, industri dan lain-lain. Berdasarkan data yang ada, masyarakat yang bekerja disektor pertanian berjumlah 838 orang, yang bekerja disektor jasa berjumlah 1556 orang, yang bekerja disektor industri 8 orang, dan bekerja disektor lain-lain. Dengan demikian jumlah penduduk yang mempunyai mata pencaharian berjumlah 556 orang.


D. POTENSI SOSIAL

Dengan adanya perubahan dinamika politik dan system politik di Indonesia yang lebih demokratis, memberikan pengaruh kepada masyarakat untuk menerapkan suatu mekanisme politik yang dipandang lebih demokratis. Dalam konteks politik lokal Desa Ngrendeng, hal ini tergambar dalam pemilihan kepala desa dan pemilihan-pemilihan lain (pilleg, pilpres, pemillukada, dan pemilugub) yang juga melibatkan warga masyarakat desa secata umum.

Khusus untuk pemilihan Kepala Desa Ngrendeng, sebagaimana tradisi kepala desa di Jawa, biasanya para peserta (kandidat) nya adalah mereka yang secara trah memiliki hubuungan dengan elit kepala desa yang lama. Hal ini tidak terlepas dari anggapan masyarakat banyak di desa-desa bahwa jabatan kepala desa adalah jabatan garis tangan keluarga-keluarga tersebut. Fenomena inilah yang biasa disebut pulung dalam tradisi Jawa bagi keluarga-keluarga tersebut.

Jabatan kepala desa merupakan jabatan yang tidak serta merta dapat diwariskan kepada anak cucu. Mereka dipilih karena kecerdasan, etos kerja, kejujuran dan kedekatannya dengan warga desa. Kepala desa bisa diganti sebelum masa jabatannya habis, jika ia melanggar peraturan maupun norma-norma yang berlaku. Begitu pula ia bisa diganti jika ia berhalangan tetap.

Karena demikian, maka setiap orang yang memiliki dan memenuhi syarat-syarat yang sudah ditentukan dalam perundangan dan peratura yang berlaku, bisa mengajukan diri untuk mendaftar menjadi kandidat kepala desa. Fenomena ini juga terjadi pada pemilihan Kepala Desa pada tahun 2019. Pada pilihan kepala des aini partisipasi masyarakat sangat tinggi, yakni hamper 85%. Tercatat ada tiga kandidat kepala desa pada waktu itu yang mengikuti pemilihan kepala desa. Pilihan kepala desa bagi warga masyarakat Desa Ngrendeng seperti acara perayaan desa.

Pada bulan Juli 2020 masyarakat juga dilibatkan dalam pemilihan Gubernur Jawa Timur secara langsung. Walaupun tingkat partisipasinya lebih rendah dari pada pilihan kepala Desa, namun hamper 70% daftar pemilih tetap, memberikan hak pilihnya. Ini adalah progress demokrasi yang cukup signifikan di Desa Ngrendeng.

Berdasarkan deskripsi beberapa ffakta di atas, dapat dipahamii bahwa Desa Ngrendeng mempunyai dinamika politik lokal yang bagus. Hal ini terlihat baik dari segi pola kepemimpinan, mekanisme pemilihan kepemimpinan, sampai dengan partisipasi masyarakat dalam menerapkan sistem politik demokratis kedalam kehidupan politik lokal. Tetapi terhadap minat politik daerah dan nasional terlihat masih kurang antusias.

Hal ini dapat dimengerti dikarenakan dinamika politik nasional dalam kehidupan kesehaarian masyarakat Desa Ngrendeng kurang mempunyai greget, terutama yang berkaitan dengan permasalahan, kebutuhan dan kepentingan masyarakat secara langsung.

Berkaitan dengan letaknya yang berada diperbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah suasana budaya masyarakat Jawa sangat terasa di Desa Ngrendeng dalam hal kegiatan agama Islam misalnya, suasananya sangat dipengaruhi oleh aspek budaya dan social Jawa. Hal ini tergambar dari dipakainya kalender Jawa/Islam, masih adanya budaya nyadran, slametan, tahlilan, mithoni, dan lainnya, yang semuanya merefleksikan sisi-sisi akulturasi budaya Islam dan Jawa.

Dengan semakin terbukanya masyarakat terhadap arus informasi, hal-hal lama ini mulai mendapat respon dan tafsir balik dari masyarakat. Hal ini menandai babak baru dinamika sosial dan budaya, sekaligus tantangan baru Bersama masyarakat Desa Ngrendeng dalam rangka merespon tradisi lama ini telah mewabah dan menjamur kelembagaan sosial, politik, agama, dan budaya di Desa Ngrendeng tentunya hal ini membutuhkan kearifan tersendiri, sebab walaupun secaara budaaya berlembaga dan berorganisasi adalah baik tetapi secara sosiologis ia akan beresiko menghadirkan kerawanan dan konflik sosial.

Dalam catatan sejarah, selama ini belum pernah terjadi bencana alam dan sosial yang cukup berarti di Desa Ngrendeng Isu-isu terkait tema ini, seperti kemiskinan dan bencana alam, tidak sampai pada titik kronis yang membahayakan masyarakat dan sosial.







Posting Komentar

0 Komentar