Budaya Ngrendeng


Budaya Ngrendeng 

1. Nyadran

Nyadran atau Sadranan adalah tradisi yang dilakukan oleh orang jawa yang dilakukan  di bulan Sya’ban (Kalender Hijriyah) atau Ruwah (Kalender  Jawa) untuk mengucapkan rasa syukur yang dilakukan secara kolektif dengan mengunjungi makam atau kuburan leluhur yang ada di suatu kelurahan atau desa. Nyadran dimaksudkan sebagai sarana mendoakan leluhur yang telah meninggal dunia, mengingatkan diri bahwa semua manusia pada akhirnya akan mengalami kematian, juga dijadikan sebagai sarana guna melestrikan budaya gotong royong  dalam masyarakat sekaligus upaya untuk dapat menjaga keharmonisan bertetangga melalui kegiatan kembul bujono (makan bersama).

2. Slametan

Salah satu upacara adat Jawa ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas anugerah dan karunia yang diberikan Tuhan. Istilah Selamatan sendiri berasal dari bahasa arab yakni Salamah yang memiliki arti selamat atau bahagia.

3. Tahlilan

Tahlilan yang merupakan tradisi Islam Nusantara yang bertujuan untuk menyatakan simpati dan empati kepada keluarga yang ditimpa musibah kematian dan untuk mengenang dan mendoakan orang yang telah meninggal dunia.

4. Mithoni

Mitoni merupakan upacara adat siklus hidup, yang masih sering dijumpai di masyarakat Jawa yaitu selamatan saat janin dalam kandungan berusia 7 bulan.


Posting Komentar

0 Komentar